Beberapa bulan yang lalu gue sempet deket dengan satu cowok yang menurut gue dia genius, sangat cool, dan sangat sangat mencintai dirinya sendiri, dia sangat menikmati waktu-waktu sendirinya, bahkan di gak suka keramaian, dia sangat fokus dengan diri sendiri, hidupnya, hobinya dan masa depannya. Saat akhirnya tiba-tiba dia memutuskan untuk pergi, gue heran gak tau cara dia berpikir itu gimana, cuma bisa berujar dalam hati "why ?" selama kenal dia, gue merasa pemikiran dia sangat complicated, selalu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dari orang lain, dan mungkin saat dia memutuskan pergi pasti ada alasan yg lebih besar di banding alasan yang dia kasih ke gue saat itu. Dan saat itu gue mencoba menghibur diri sendiri dengan berpikiran "it's not me, it's him. The problem is not on Me, stop! don't blame urself too hard" dan saat itu gue langsung memutuskan kontak hubungan sama dia, walaupun masih berteman sama dia di sosmed tapi gak akan pernah gue hubungin dia lagi. Bukan karena gue benci cuman gue lebih nyaman untuk melupakan semuanya dan menghindari orang yang bersangkutan.
Dan beberapa waktu ini gue sadar, gue berpikir bisa jadi orang lain menyakiti perasaan kita karena kita yang terlebih dahulu menyakiti perasaan mereka tanpa kita sadar. Dan gue gak boleh membenci seseorang hanya karena satu kesalahan, sedangkan masih banyak kebaikan yang pernah dia lakuin ke gue dan orang lain. Dan dari situ gue belajar bahwa gue tidak boleh terlalu mudah memutuskan hubungan baik hanya karena keadaan tidak lagi selalu menyenangkan, karena kenyataannya, memang tidak akan pernah ada relationships yang selalu menyenangkan sepanjang waktu. Kalau gue terbiasa walking away di saat situasi sedang sulit-sulitnya, maka lama kelamaan, tidak akan ada lagi orang yang tersisa dalam hidup gue ini.
Dan dalam rangka introspeksi diri, gue pingin minta "honest feedback" dari orang-orang yg pernah punya masalah sama gue dan yang memutuskan untuk ninggalin gue, termasuk temen-temen gue dulu dan my ex , it doesn't mean I want him back to Me ,No! tapi supaya gue bisa survive di next relationship gue nanti.
Dan nanti ketika gue sudah mencoba untuk minta "Honest feedback" dari mereka, dan ternyata keadaan tidak malah menjadi membaik, yah sudah yang penting gue sudah mencoba memperbaiki keaadaan dan yang saat ini yang gue rasain gue gak mau punya "unfinished businees" with them. Rasanya percuma, Keadaan tidak akan membaik jika hanya gue yang berusaha memperbaikinya.
Gue sadar, gue tidak akan selamanya 100% menyenangkan untuk mereka. Gue punya banyak sifat jelek. Gue punya keterbatasan. Gue punya naik-turun kehidupan yang mungkin membuat gue jadi terlihat sangat-sangat menyebalkan. Dengan demikian adanya, gue hanya perlu orang-orang yang tidak lantas pergi meski di saat-saat terburuk dalam hidup gue.
Dan pada akhirnya gue sadar… tidak semua orang akan tepat untuk gue pada setiap waktu sampai dengan selama-lamanya… Bisa jadi, mereka hanya tepat pada waktu-waktu tertentu saja. Begitu pula sebaliknya, gue juga hanya tepat untuk mereka pada waktu-waktu tertentu saja :)
Wrote by Unknown

